Follow Us

header ads

Hakim Diumpat Simpatisan Terkait Sidang perdana kasus pemalsuan surat hasil tes swab HRS


 Cahayarealita.com  Jalarta 

Sidang perdana kasus pemalsuan surat hasil tes swab Covid-19 yang menyeret mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai terdakwa berujung ricuh di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (16/3). Rizieq dan kuasa hukum akhirnya memilih walkout.

Dalam kericuhan tersebut majelis hakim hingga jaksa penuntut umum (JPU) sempat dimaki dan diumpat oleh kuasa hukum dan simpatisan yang hadir di ruang sidang.

Berdasarkan pantauan di lokasi, mereka menunjuk muka JPU dan hakim. Ricuh bermula saat majelis hakim dan JPU menolak permintaan Rizieq dan kuasa hukum untuk hadir di persidangan
Rizieq hadir secara virtual dari ruang Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Ia meminta agar dirinya dihadirkan di persidangan tersebut.

"Saya ingin hadir langsung di ruang sidang. Saya ingin dihadirkan, bukan di ruang Mabes Polri, tapi di ruang sidang PN Jakarta Timur," kata Rizieq.

Namun, hakim menolak permintaan tersebut dengan alasan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Ketua Majelis Hakim, Khadwanto mengatakan sidang virtual telah diterapkan selama pandemi Covid-19.

Saat hendak meninggalkan sidang, mereka sempat berteriak dan mengumpat majelis hakim dan menimbulkan ketegangan. Dari ruang Bareskrim, Rizieq juga meninggalkan sidang sehingga majelis hakim memutuskan untuk menunda sidang selama 30 menit.Penolakan tersebut memancing emosi kuasa hukum Rizieq dan simpatisan yang hadir di ruang sidang. Mereka menyatakan walkout atau keluar dari persidangan.

Majelis hakim meminta agar Rizieq segera dihadirkan lagi. Hakim mengatakan sidang tersebut akan ditunda jika Rizieq tak bisa dihadirkan.

"Info sementara majelis, bahwa yang bersangkutan (Rizieq) lari dari persidangan," kata salah satu jaksa penuntut umum.

"Peringatan dari majelis. Apabila dalam waktu 30 menit nanti, tetap tidak bisa menghadirkan terdakwa, maka sidang ditunda," ujar Khadwanto.

Sidang ini merupakan kasus dugaan pemalsuan swab di RS Ummi, Kota Bogor yang teregister dengan nomor perkara Tim, 225/Pid.B/2021/PN.Jkt.Tim. Namun, kedua persidangan perkara tersebut ditunda karena kendala teknis. Sidang perkara kerumunan di Petamburan dan Megamendung dilanjutkan Jumat 19 Maret.

Posting Komentar

0 Komentar

Selamat Datang di Website www.realitakini.com, Semoga Anda Puas, Silahkan coment dan share...Tertanda Pemred: Cimrawati SI.Kom