Wokshop dan MOU untuk mewujidkan unitas sebagai kampus merdeka dan merdeka belajar - Cahaya Realita

Breaking

Selasa, 18 Februari 2020

Wokshop dan MOU untuk mewujidkan unitas sebagai kampus merdeka dan merdeka belajar

 Padang ( SUMBAR),CR-Demi mewujudkan Unitas Padang sebagai Kampus Asean Entrepreneural university, maka penjalinan kerjasama dengan berbagai pihak baik pemerintah, swasta, lembaga bisnis, lembaga nirlaba dan perguruan tinggi baik nasional maupun internasional merupakan agenda utama yang akan dikerjakan secara berkelanjutan. Pada hari selasa tanggal 18 februari thn 2020 bertempat di Haryono room Unitas Padang dilakukan workshop tentang kewirausahaan sosial dengan pemateri dari kimia farma dan Sahabat Alam dengan 200 pesrta terdiri dari mahasiswa dan dosen. sekaligus MOU antara Unitas Padang dengan Lembaga Sahabat Alam. Dimana kerjasama ini nanti akan menyediakan menjadi labor praktek  wirausaha sosial bagi mahasiawa dan para dosen. Dengan adanya kegiatan ini akan memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa sebagai seorang wirausahawan. Kegiatan ini nanti akan menyediakan lulusan yang memiliki skill dan ketrampilan  yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan kerja. Dan yang terpenting setelah tamat menjadi sarjana S1 mereka akan beroreantasi menjadi jobcreator.

Rektor universitas Tamansiswa Padang misiSefrid Yonaldi mengatakan dalam kesempatan tersebut" Unitas Padang merupakan bentuk respon terhadap kebijakan Mas Nadiem Makarim Menteri Kemendikbud tentang Kampus merdeka dan merseka belajar"

Hal ini dikatakan Nadiem bahwa kebijakan ini sebagai komitmennya untuk mencetak pemimpin masa depan, serta bentuk implementasi visi-misi Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yaitu menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul.

rtinya apa yang kita pelajari apapun yang kita lakukan itu sering kali hanya starting poin kita. Lalu kenapa kita tidak mengebiri kemerdekaan mahasiswa kita untuk melakukan berbagai macam hal di luar prodi di luar kelas, di luar kampus. Inilah namanya kemerdekaan mahasiswa," kata Nadiem.

Nadiem mencontohkan kegiatan dua semester di luar kelas seperti magang atau kerja praktik dan juga mengajar di salah satu sekolah di daerah terpencil. Selain juga melakukan riset dengan dosen ataupun membantu mahasiswa S-2 atau S-3 melakukan penelitian.

"Mahasiswa itu bisa bekerja sama dengan dosen untuk menciptakan suatu kurikulum sendiri, suatu projects independent study. Mereka bisa berkontribusi di desa selama satu tahunan atau melakukan projek desa. Tukar belajar antara universitas dan mancanegara. Satu semester abroad, satu tahun abroad, bisa," kata Nadiem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman