RATUSAN WARGA TOLAK PENERTIPAN BAGAN DI SEKITAR DANAU SINGKARAK OMBILIN SUMBAR - Cahaya Realita

Breaking

Kamis, 18 Juli 2019

RATUSAN WARGA TOLAK PENERTIPAN BAGAN DI SEKITAR DANAU SINGKARAK OMBILIN SUMBAR


Tanah Datar - CR (SUMBAR) Mengacu Pada Peraturan gubernur Sumatra Barat Tentang Penertipan Bagan di Danau Singkarak Ombilin Ratusan warga menolak penertiban tersebut yang di lakukan  oleh tim Pemprov Sumbar terdiri dari Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang dibantu intansi daerah setempat serta pengamanan dari Polsek Batipuah Selatan dan Kodim 03/07 Tanah yang di pimpin langsung oleh Dandim Letkol. Inf. Edi S Harahap.  Kamis (18/07)

Di larang nya bagan yang di buat masyarakat ini menurut pejabat terkait merupakan bentuk penyelamatan lingkungan terutama danau singkarak yang merupakan Icon besar Tanah Datar yang tentu nya dengan image mendunia, dan lagi dengan di tertipkan nya bagan agar ikan bilih yang merupakan cirikas danau ini dapat berkembang biak dengan baik, tidak di larang menangkap tapi di sarankan dengan cara lain dan tidak merusak ekosistem.

Merasa tidak terima bagan yang merupakan Mata pencarian mereka di tertipkan ratusan masyarakat berkumpul dan berusaha menghentikan penindakan bagan yang saat ini menjamur di sepanjang danau Singkarak hingga lokasi Tanjung mutiara nagari Batu taba.

Aksi penghentian menurut masyarakat setempat akan membut mereka kehilangan pekerjaan dan juga kehilangan mata pencarian, dimana ratusan masyarakat mengantungkan hidup mereka dari hasil bagan tersebut.

Sementaa itu Hendra salah satu warga setempat menyampaikan kepada awak media "ini mata pencarian kami disini, banyak yang bergantung pada hasil bagan, tapi tadi sudah ada beberapa bagan yg di tertipkan, membuat bagan ini butuh modal mahal, tidak murah, bahkan sebagian dari kami harus mengajukan pinjaman ke bank agar bisa membuat bagan, demi mencukupi keluarga" ujar nya

"Dan jika bagan ini di tertipkan kami harus apa, hari ini kami bisa makan, besok belum tentu ada uang untuk belanja anak ke sekolah atau membeli beras untuk kami konsumsi, kenapa hanya bagan yang di tertipkan, kenapa keramba tidak? Kami tidak anarkis kami hanya menuntut keadilan untuk kehidupan anak istri kami kedepan" sambung nya lagi.

Ada 435 bagan yang terpasang di sekitaran danau singkarak dan ratusan bagan tersebut setelah di ambil hasil nya akan ada pekerja yang membersihkan ikan tangkapan, menjemur, mengoreng setelah itu di jual, 435 keramba ini memberika lapangan pekerjaan yang cukup besar menurut warga.

Menyikapi hal tersebut Dandim 03/07 Tanah Datar Letkol Inf. Edi S Harahap berusaha menenangkan Masa dan mengajak beberapa perwakilan masyarakat setempat untuk dapat berdiskusi dan menyampaikan keinginan mereka dengan tertip dan aman kepada pihak terkait agar tidak terjadi kerusuhan antar warga dan aparat keamanan.

" kita akan bantu warga untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak terkait, sudah ada 5 perwakilan dari masyarakat, kami TNI netral tentu kami bertugas melindungi masyarakat, percayakan kepada kami, mari kita tertip dan berdiskusi dengan baik, sudah ada 5 orang perwakilan, Bapak dan ibu lain nya silahkan kembali ke rumah masing-masing" sampai nya pada masyarakat setempat.

Sementara itu 5 perwakilan dari masyarakat setempat bersedia untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi mereka, ke 5 orang ini beserta seluruh jajaran setelah sholat zuhur bertolak ke kantor Wali Nagari Batu Taba, dengan suasana aman dan konduksif. (FE)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman