HINDARI BENTROK DENGAN WARGA OMBILIN TERKAIT BAGAN DI DANAU SINGKARAK SUMBAR. INI YANG DI LAKUKAN TIM EKSEKUSI PEMPROV - Cahaya Realita

Breaking

Kamis, 18 Juli 2019

HINDARI BENTROK DENGAN WARGA OMBILIN TERKAIT BAGAN DI DANAU SINGKARAK SUMBAR. INI YANG DI LAKUKAN TIM EKSEKUSI PEMPROV


Tanah Datar - CR (SUMBAR) Menghindari hal-hal yang tidak di inginkan terkait penolakan warga, masalah penertipan bagan di sepanjang Danau Singkarak Ombilin Tim Pemprov Sumbar yang di wakili oleh Asisten II Dinas Kelautan dan Perikanan Benny. W, Dandim 03/07 Tanah Datar Letkol Inft. Edi S Harahap, Kapolsek Batipuah Selatan Iptu. Sayuti, Kepala Satpol PP Tanah Datar Yusnen dan beberapa jajaran lain nya membujuk masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan damai, dan membawa 5 orang perwakilan dari masyarakat untuk berdiskusi di Kantor Wali Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuh selatan Kabupaten Tanah Datar.  Kamis (18/07)

Diskusi yang di Lakukan bersama 5 orang perwakilan masyarakat sebagai pemilik bagan dan tergabung dalam Asosiasi Nelayan Bagan, berjalan alot serta menghadirkan banyak pertanyaan, Namun Dinas Terkait  berusaha sebaik mungkin memberikan jawaban kepada 5 orang perwakilan masyarakat tersebut agar dapat memahami Pergub tentang ada nya penertipan bagan.

Inti dari tuntutan masyarakat kepada Pemerintah Provinsi yaitu hendak nya mempertimbangkan kembali pembongkaran bagan, dimana bagan yang ada sekarang merupakan mata pencarian bagi masyarakat sekitar, dan ada sekitar 435 bagan di sekitaran Danau Singkarak yang menjadi lahan pekerjaan bagi masyarakat, dan juga menuntut pemerintah memberikan solusi bagi masyarakat sekitar apa bila bagan mereka benar-benar tidak di perbolehkan untuk di pasang lagi.

Sebelum nya Masyarakat Ombilin yang memiliki bagan ini sudah  Di berikan kan waktu selama 7 bulan terhitung dari bulan November 2018 oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Untuk para pemilik mengatur bagan,  atau mereka bisa membuka bagan sendiri, setelah kurang lebih 8 bulan, tidak satupun pemilik bagan melakukan pembongkaran terhadap bagan yang dimiliki nya, dan menurut dinas terkait penertipan bagan dari Provinsi ini juga sudah di sosialisasikan kepada masyarakat.

Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi mencoba memberika. Penjelasan kepada Perwakilan Masyarakat ini tentang tujuan pembongkaran yang di lakukan adalah semata-mata untuk menjaga  kelestarian Danau dan bibit ikan bilih yang menjadi icon Tanah Datar, dan merupakan kebangaan warga Singkarak dan merupakan salah satu danau yang menjadi acuan wisata di indonesia bahkan di promosikan melalui Event tahunan Tour De Singkarak.

Menanggapi permintaan, Aspirasi dan hasil dari diskusi bersama perwakilan masyarakat ini, Asisten II Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar Benni. W menggatakan "saya menampung semua aspirasi masyarakat, dan ini nanti akan kita pelajari kembali, dan saya disini tidak bisa memberikan keputusan, nanti kita akan bawa ke dinas terkait, kita akan sampaikan pada Gubernur agar nanti di tinjau ulang dan bagaimana keputusan nya akan kami sampaikan kembali" ujarnya.

Sementara itu hasil dari diskusi bersama Masyarakat pemilik bagan,  dinas terkait tetap melarang untuk mengoperasikan kembali bagan mereka, sampai nanti bagai mana hasil keputusan dan pertimbangan pihak terkait di keluarkan, namun pemerintah Provinsi bersama Kabupaten akan mencarikan solusi untuk masyarakat sebaik mungkin agar mereka mendapatkan penghasilan lain selain bagan tersebut.

Menyikapi keputusan dan hal-hal yang di sampaikan oleh Pihak terkait 5 orang perwakilan masyarakat pemilik bagan ini tampak dapat memahami tujuan di bongkar nya bagan, dan menerima keputusan yang sudah di sampaikan kepada mereka, asalkan solusi untuk kelangsungan perekonomian masyarakat yang awalnya bergantung dari bagan dapat segera di berikan dan di realisasikan. (FE)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman