DPRD Kota Padang Rajuk Silaturahmi Demi Mendorong Penikatan PAD Kota Padang - Cahaya Realita

Breaking

Selasa, 23 Oktober 2018

DPRD Kota Padang Rajuk Silaturahmi Demi Mendorong Penikatan PAD Kota Padang

 Padang(SUMBAR),CR-Komisi II  yang diKetua oleh Rafli Boy, beserta anggota, yaitu Miswar Djambak, Dasman Yanda, Faisal Nasir, Ilham Maulana, dan Amrizal Hadi. Selain itu, juga ikut ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra dan  Kepala Bagian Humas Sekretariat DPRD Kota Padang, Ermanto.Melakukan kunjungan ke PT Semen Padang yang terletak di Indarung Kecamatan Lubuk Kilangan.  Kunjungan ini di lakuaknyan  dalam rangaka DPRD Kota Padang mendorong peningkatan pendapatan daerah bagi Kota Padang. Berbagai upaya dilakukan, termasuk merajut silaturahmi dengan BUMN yang ada di kota ini.
Wahyu Iramana Putra mengatakan, “kedatangan Komisi II ke PT Semen Padang dalam rangka merajut kembali silaturahmi yang beberapa waktu sempat terganggu karena berbagai sebab. Ia berharap, PT Semen Padang terus berkontribusi bagi pembangunan Kota Padang.

“Terakhir pada pembahasan APBD 2019, di mana pihak PT Semen Padang tidak bisa menghadiri pembahasan APBD di Bukittinggi beberapa waktu lalu. Namun begitu, kedepan kita harap hubungan harmonis yang sudah terjalin dengan baik. Yang paling penting itu jalinan komunikasi bisa berlangsung baik sehingga PT Semen Padang terus berkontribusi bagi pembangunan Kota Padang,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Yosviandri mengatakan,” di tengah persaingan yang tajam industri persemenan nasional, perseroan saat ini sedang giat memperdalam dan memperluas pasar di Sumatera.“Dalam holding Semen Indonesia Group, PT Semen Padang mendapat penugasan untuk fokus menggarap pasar Sumatera. Di Sumatera PT Semen Padang masih menjadi market leader dengan market share di atas 42- 44 persen,” katanya.Yosviandri mengakui, sebagai dampak persaingan dalam lima tahun terakhir kinerja PT Semen Padang mengalami penurunan.“Saat ini PT Semen Padang juga menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya over supply dimana rata–rata produksi semen hanya diserap sebesar 66 persen. Sekarang industri semen Cina tengah gencar masuk dan melakukan penetrasi ke pasar Indonesia. Termasuk ke wilayah Sumatera,” ujarnya.
Menurut mantan Direktur Pemasaran PT Semen Indonesia, PT Semen Padang harus terus berupaya untuk menghadapi tantangan tersebut dengan meningkatkan daya saing“Di balik tantangan itu perseroan  juga memiliki peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik,” katanya.Salah satu peluang tersebut adalah pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru sepanjang 140 km yang akan digarap PT Hutama Karya dan peluang program dana desa di Sumatera Barat yang nilainya mencapai Rp 40 miliar yang digunakan untuk pembangunan fisik yang pasti membutuhkan semen.
“Manajemen PT Semen Padang berharap dapat melewati tantangan dan mampu menangkap peluang – peluang tersebut sehingga kembali bisa survive di tengah sengitnya persaingan,” kata Yosviandri.
PT Semen Padang adalah perusahaan semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara berdiri sejak 18 Maret 1910 di Kota Padang. BUMN ini pada 2017 memproduksi semen sebanyak 7,4 juta ton dan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 498,76 miliar lebih. Laba 2017 ini turun dari laba tahun 2016, sebesar Rp 723 miliar.
Yosviandri mengatakan, seharusnya Kota Padang lebih maju dengan visioner jauh kedepan dengan penuh semangat. PAD bergantung pada produksi juga meningkat dan sejalan dengan kontribusi untuk Kota Padang. 1500 pegawai dan outsourshing dengan jumlah yang sama menjalankan manajemen PT Semen Padang.

“Jika market menurun maka sangat berdampak bagi kelangsungan hidup mereka yang bekerja di sini. Kami juga minta bantuan pada wakil rakyat, jika ada produk semen lain beredar di sini. Kami menyambut baik atas kesediaan wakil rakyat sebagai pemasar Semen Padang mempromosikan produk kebanggaan sendiri pada berbagai kesempatan. Patut diapresiasi segala sesuatunya dimulai dengan cara yang berbeda,” pungkasnya.
Yosviandri sendiri sebelumnya kerja di perusahaan oil dan gas dan sudah merasa nyaman di sana. Ternyata ada permintaan untuk mengabdi di kampung sendiri. Dengan tekad dan kerjasama berbagai pihak, maka kekhawatiran selama ini diharapkan bisa teratasi. UPZ PT Semen Padang terbaik di Indonesia disamping CSR.
“Provit CSR sebesar Rp 600 miliar, angkanya tidak terlalu besar, namun masih bisa untuk memberi bantuan secara proporsional. Forum Nagari yang dibentuk bisa membuat program sendiri dan dibantu anggaran untuk pembangunannya,” ungkapnya.(*Jn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman