Gubernur Sumbar :Kepala Dinas Pertanian Agar Mengawasi Dan Mengontrol Petani Dalam Melakukan Budidaya - Cahaya Realita

Breaking

Selasa, 28 Agustus 2018

Gubernur Sumbar :Kepala Dinas Pertanian Agar Mengawasi Dan Mengontrol Petani Dalam Melakukan Budidaya

SUMBAR(Solok),CR-Gunernur Sumbar Irwan Prayitno mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Balitbu. kalau petani mau hasil bagus harus menggunakan bibit unggul . Karena itu para Kepala Dinas Pertanian agar mengawasi dan mengontrol petani dalam melakukan budidaya. Hal ini dikatakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melakukan Lounching Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan bersamaan dengan Pencanangan Nagari Inovasi Teknologi Sumatera Barat, Selasa (28/8) di halanan Balai Penelitian Tanaman Buah dan Tropica Aripan, Kabupaten Solok. Dia juga menyerahkan secara simbolik semua bibit “Sumbar semakin dikenal sebagai kawasan wisata dan sering didatangi wisatawan. Sumbar yang terkenal dengan rendang dan gulai, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Sumbar juga terkenal dengan rendang Matua Mudik. Sebagai inovasi teknologi, hal ini harus terus dikembangkan,” papar Gubernur. Untuk lebih mengembangkan dan mensejahterakan petani, lanjut gubernur, salah satu langkah yang harus diambil adalah dengan melahirkan inovasi inovasi. 

“Dengan inovasi banyak keuntungan yang akan didapat oleh petani, produksi pertanian lebih meningkat dan waktu panen lebih cepat” sebutnya.

Gubernur mencontohkan, betapa pentingnya inovasi dalam segi pertanian atau perkebunan, karena sudah ada negara yang sukses dengan melahirkan inovasi
.
“Thailand contohnya, mereka punya produk pertanian yang sudah terkenal, bahkan sampai ke Indonesia sendiri, siapa yang tidak kenal dengan durian Bangkok, jambu Bangkok bahkan ayam Bangkok juga” ucapnya.
Dengan demikian, Gubernur mengajak seluruh petani yang ada di Sumbar untuk menggunakan bibit yang unggul dan tentunya sudah sudah lahir dari sebuah inovasi juga.“Saat sekarang banyak sekali oknum oknum yang menjual bibit yang kurang bagus, maka saya harap petani sebelum membeli bertanya dulu kepada pemerintah (dinas pertanian) merk bibit apa yang bagus dan unggul” ajaknya.Acara tersebut juaga di hadiri Wakil Walikota Solok Reinier yang hadir bersama Bupati Agam dan Sekda Kab. Solok, Forkompimda serta Rektor Universitas se Sumatera barat, Wali nagari dan Kelompok Tani serta Kepala BUMN dan BUMD, mengaku program ini cukup strategis bagi petani dan pelaku usaha tani. 

” Kegiatan ini sangat urgen untuk pananganan usaha tani serta sektor perdagangan bagi daerahSolok,” ucap Reinier. 

Terkait itu, Kepala Litbang Sumatera Barat menjelaskan, program ini merupakan inovasi dan menyalurkan semua benih secara gratis kepada masyarakat. Kebijakan ini sesuai dengan penelitian yang didukung oleh Pemprov Sumbar serta Kabupaten dan Kota. “Kita menyerahkan sampel penelitian sebanyak 500.000 benih untuk Sumbar. Dalam jangka 2/3 tahun, harus bisa mengahsilkan,” ungkapnya.Ditempat yang sama, Hardianto Kepala Pusat Hortikultura Kementerian Pertanian RI menyampaikan, untuk mendukung petani di Sumbar akan diserahkan sebanyak 500 ribu benih dan akan disebarkan ke Kab. Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Solok Selatan, Solok dan Kota Payakumbuh.“Benih tersebut yakni pepaya, salak, jengkol kopi, jeruk, kentang dan durian, yang adalah jangka waktu 2-3 tahun akan sudah membuahkan hasil” sebutnya.Pada kesempatan itu juga, ditetapkan nagari matur mudik sebagai nagari inovasi teknologi. Zd/Hms/Fb)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman