Prasetyo Budi : “KPU Kota Padang Kurang Profesional Dalam Mengawal Penyelengaraan Debat Publik Paslon Walikota Dan Wakil Walikota Padang” - Cahaya Realita

Breaking

Selasa, 15 Mei 2018

Prasetyo Budi : “KPU Kota Padang Kurang Profesional Dalam Mengawal Penyelengaraan Debat Publik Paslon Walikota Dan Wakil Walikota Padang”

CAHAYAREALITA.com, Padang - Debat publik paslon walikota dan wakil walikota padang yang diselenggarakan oleh komisi pemilihan umum kota padang di ball rom hotel bumiminang sabtu 12 mei 2018 malam bebrapa hari lalu berlangsung dengan beberapa kesalahan teknis dari pihak penyelenggara.

Kesalahan pertama ketika pasangan calon no urut 2 memparkan visi dan misi yang diminta oleh moderator, Personal mic yang dipasang pada calon walikota padang ini tidak berfungsi dengan baik, sehingga sebagian pemaparan visi dan misi yang disampaikan tidak dapat didengar oleh para pengunjung yang datang pada malam tersebut, Begitu pula yang terjadi kepada Calon walikota nomor urut -2 ketika menjawab pertanyaan dari moderator, Personal mic yang dipakai Hendri Sapta tidak berfungsi kembali dengan dengan baik, hingga ahir acara pasangan Mahyeldi – Hendri harus menggunakan Contact MIC.

Hal ini tentunya merugikan bagi salah satu paslon, karena apa yang disampaikan sebagian tidak dapat didengar oleh para calon pemilih mereka, sementara waktu yang diberikan kepada paslon sangat terbatas, dan tidak adanya konpensasi  waktu untuk mengulang apa yang paslon sampaikan, karna pada dasarnya debat tersebut bertujuan bagaimana paslon dapat merebut hati masarakat untuk dapat memilih mereka pada saat pencoblosan nanti.

Seperti yang disampaikan oleh M. Sawati dalam konfrensi pers beberapa jam sebelum dilaksanakan debat publik. “Dari Debat Publik inilah KPU bisa mensosialisasikan kedua pasangan calon dihadapan publik, nantinya Masyarakat Kota Padang bisa tahu dan menentukan siapa paslon mereka yang akan dipilih pada 27 Juni 2018 mendatang, sebagai pemimpin daerah ini untuk lima tahun yang akan datang”.

Permasalahan kedua yang terjadi tepat dipintu masuk ruangan debat, terdapat beberapa pendukung pasangan calon yang tidak bisa memasuki ruangan debat tersebut, padahal sudah sesuai dengan aturan bahwa sanya setiap undangan baru bisa masuk dengan menggunakan gelang sebagi tanda yang diberikan oleh KPU sendiri.

Sempat terjadi adumulut antara petugas regristrasi dengan simpatisan pasangan calon yang tidak diperkenankan masuk kedalam ruangan debat, dengan alasan bahwa  Undangan atau simpatisan yang diperkenankan masuk hanya 171 orang setiap pasangan calon.

Kabag Ops Polresta Padang Kompol Ediwarman mengatakan, ketegangan terjadi karena ada ketidakcocokan data tamu yang telah masuk. "Panitia bilang sudah terpenuhi. Kita ambil kebijaksanaan, karena kursi masih ada yang kosong, makanya kita ijinkan masuk," ungkapnya.

Komisioner KPU Padang Divisi Hukum, Riki Eka Putra mengatakan, paska kejadian KPU masih mencari tahu detail kejadian untuk kemudian dapat melakukan evaluasi.

"Kita melihat saksi atau ada kamera yang menyorot kejadian. Kita perlu cek lagi. Bisa jadi memang karena undangan. Karena memang pintu dijaga dengan pertimbangan yang ketat," pungkasnya.

Dari dua peroalan tersebut menimbulkan asumsi yang sedikit miring, “kenapa Kok bisa seperti itu, kenapa Personal mic yang  dipasang ke Paslon Nomor urut  - 2 kedua duanya tidak berfungsi dengan baik?” ditambah lagi dengan terjadinya ricuh yang berada di tempat registrasi,  sementara Kuota masing-masing Pendukung paslon yang diperkenankan masuk adalah 171, sementara menurut keterangan petugas registrasi mengatakan jumlah tersebut sudah berada dalam ruangan debat, Lalu timbul pertanyaan, darimana pengunjung tersebut mendapatkan tanda gelang undangan itu, apakah karena kelalaian panitia yang berlebih membagikan gelang tersebut kepada para pendukung paslon, tentunya ini akan menimbulkan opini-opini yang kurang enak serta membuat asumsi bahwa komisi pemilihan umum kota padang kurang profesional dalam mengawal penyelengaraan debat publik paslon walikota dan wakil walikota padang.

Semoga saja hal tersebut akan menjadi evaluasi kembali dalam melaknasakan debat publik yang putaran ke-3 yang direncakan akan digelar kembali oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Padang, (Pras).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman