"KSPTI "Koperasi Simpan Pinjam Tanpa Izin Semakin Menjamur dan Mencekik Masyarakat - Cahaya Realita

Breaking

Kamis, 17 Mei 2018

"KSPTI "Koperasi Simpan Pinjam Tanpa Izin Semakin Menjamur dan Mencekik Masyarakat

CAHAYAREALITA.com - (OLeh Prasetyo & Abhenk Gokil ) Koperasi yang sesungguhnya merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan, dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dalam perjalananya jati diri koperasi yang selama ini tergerus oleh maraknya praktik koperasi abal-abal di tengah masyarakat dengan mengggunakan Koperasi sebagai kedok untuk mengumpulkan keuntungan pribadi yang tak jarang dengan bunga yang tinggi dibebankan kepada nasabahnya yang melakukan pinjaman, Hal ini tentunya membuat rusaknya citra dan jati diri koperasi yang sesungguhnya.

Banyaknya pertumbuhan Koperasi Simpan Pinjam Tanpa Izin yang disingkat KSPTI semangkin menjamur. Koperasi dengan sistem ini, sangat mencekik masyarakat, karena mengeruk keuntungan dari nasabah dengan bunga yang tinggi.

Umumnya yang menjadi sasaran dan nasabah koperasi abal-abal ini adalah masyarakat kelompok bawah mulai dari komunitas keluarga pekerja/buruh serabutan, supir, buruh pabrik, pedagang mikro/kecil, petani buruh dan sebagainya, guna menghadapi beratnya himpitan globalisasi ekonomi yang tidak adil dan untuk memenuhi kebutuhan selain kebutuhan pokok, seringkali harus memutar otak untuk mencari jalan pintas yaitu “gali lubang tutup lubang” artinya mencari utangan dari berbagai sumber entah dari antar tetangga, teman, pelepas uang atau yang lainnya namun dalam jumlah yang kecil untuk menutupi defisit anggaran rumah tangga atau usahanya supaya dapur tetap ngebul dan usaha tetap berputar. Bagi mereka ini yang penting dengan kondisi ekonomi yang serba tidak menentu, masih bisa bertahan hidup.

Bunga yang tinggi ini tidak sesuai dengan ketentuannya bunga Bank, tertinggi adalah sekitar 2 persen. Apabila koperasi menerapkan Bunga pinjaman yang melebihi bunga Bank, dikategorikan sebagai rentenir yang melanggar hukum.

Sebagian KSPTI ini menetapkan bunga sekitar 20 persen, jika nasabah pinjamnya Rp1 juta, maka mereka harus mengembalikan Rp1,2 juta. Waw! Melanggar Hukum dan Ribanya kebangetan!

Bagi masyarakat yang sudah terlanjur meminjam di KPSTI ini sebaiknya hentikan setelah semua pinjaman lunas, bagi yang belum jangan mau di bujuk, para petugas KSPTI ini juga mempunyai strategi senyuman yang ramah pada awalnya untuk menarik minat nasabah.

Namun, ketika telat membayar senyuman itu lenyap, berganti dengan raut wajah beringas yang mengancam kenyamanan. Bahkan ada yang memaksa dengan kekerasan agar angsuran pinjaman di bayarkan segera.

Selain itu KSPTI ini tidak mempunyai kantor yang tetap, mereka selalu perpindah-pindah tempat. Jadi ketika ada masalah antara petugasnya dengan nasabah, tidak ada jaminan untuk menyampaikan keluhan.

Maraknya koperasi abal-abal juga disebabkan kurang optimalnya pemerintah dalam melakukan pembinaan koperasi. Dengan sumberdaya terbatas dan seabreknya kegiatan membuat Pemerintah dinilai sedikit kurang perhatian terhadap kelangsungan koperasi

Dalam Hal ini pemerintah tidak boleh tinggal diam dalam mengatasi persoalan tersebut sebelum banyak masarakat yang menjadi korban koperasi abal-abal dengan kedok koperasi simpan pinjam ini.

Tak hanya pemerintah banyak peran penting dari masarakat yang juga harus ikut berperan serta dalam mengatasi persoalan ini. Dengan mengembalikan citra koperasi yang sesungguhnya, memasarakatkan koperasi hingga menghidupkan kembali koperasi ditengah masyarakat sehingga dapat membantu perekonomian dengan asas koperasi yang sesunggunya. 

"Ayo Bersama kita kembalikan jati diri koperasi yang ternoda oleh banyaknya koperasi abal-abal yang berkedok koperasi yang justru mencekik dan menyengsarakan rakyat,"
#STOP_MeminjamDiKSPTI
Abhenk Gokil & Prasetyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Halaman