Heboh Pengibaran Bendera Israel di Papua - Cahaya Realita

Breaking

Jumat, 18 Mei 2018

Heboh Pengibaran Bendera Israel di Papua

CAHAYAREALITA.com - Di tengah kondisi negara saat ini yang dilanda aksi teror bom dan penyerangan di sejumlah tempat diwilayah Indonesia, warga di Papua malah ramai-ramai mengibarkan bendera Israel, Viralnya sejumlah foto dan tayangan video soal pengibaran bendera Israel oleh warga di Papua yang dilakukan oleh warga menggunakan sejumlah kendaraan pribadi dan angkutan kota bisa ditemukan di berbagai jejaring sosial.

Terkait masalah tersebut Tokoh Papua yang juga mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menyebut pengibaran bendera berlambang Bintang Daud tidak merujuk pada negara Israel atau konflik Palestina.

Simbol Bintang Daud selalu diasosiasikan dengan lambang negara Israel. Namun menurut Pigai pengibaran bendera Bintang Daud di Papua harus dilihat dalam dua cara pandang. Pertama, lambang Bintang Daud sebagai bendera negara Israel, dan kedua sebagai lambang bangsa Bani Israel.

"Bagi orang Papua pengikut Yesus Kristus memahami Lambang Bintang Daud dalam perspektif yang kedua yaitu lambang Bintang Daud sebagai simbol Bani Israel," ujar Pigai dalam keterangan tertulis, Jumat (18/5) dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Bagi umat kristen, kata Pigai, Bintang Daud adalah lambang yang sangat penting, yakni pengingat akan garis turunan Yesus Kristus sebagai keturunan Raja Daud. Hal itu karena dalam Alkitab, ketika Yesus Lahir di Yerusalem ia disebut sebagai Putra Daud sang juru selamat.

"Inilah puncak deklarasi atau penyataan tauhid tentang Yesus dan Daud dimana lambang Daud tidak bisa dipisah-pisahkan. Kenyataan Alkitab, kata-kata kitab suci yang dihayati umat nasrani dan dihargai oleh agama-agama lainnya,"kata Pigai.

Selanjutnya Pigai menegaskan, lambang Daud amat penting sebagai panji-panji kebesaran bangsa Israel, bukan negara Israel. Panji-Panji itu, terang Pigai, melambangkan kebesaran bangsa (Bani) Israel meloloskan diri dari penindasan bangsa Mesir.

Kisah tersebut kata Pigai, erat dengan yang dirasakan oleh masyarakat Papua yang hidup dalam penderitaan karena penangkapan, penganiayaan, pembunuhan, kematian, kemiskinan, dan kebodohan.

"Mereka menghayati bahwa bangsa Papua akan melepaskan diri dari belenggu kejahatan dengan jalan keselamatan yang ditempuh Musa dan Bani Israel. Yesus Kristus sebagai keturunan Daud adalah satu-satunya penyelamat Kristen. Oleh karena itulah, lambang Bintang Daud simbol Bani Israel selalu berkibar terus menerus," tutur dia.

Selain itu Pigai juga menilai negara cenderung kurang peduli terhadap nasib rakyat Papua, dan malah mempedulikan nasib negara lain. Padahal, banyak bukti yang menunjukkan ancaman genosida di tanah Papua.

Namun, menurut Pigai, mayoritas masyarakat Indonesia tidak pernah bersuara atas penderitaan rakyat Papua. Ia menilai seakan-akan rakyat Indonesia turut membiarkan penderitaan di sana.

"Itulah salah satu tamparan keras terhadap ketidakpedulian dan kurangnya rasa empati kemanusiaan terhadap orang Papua yang menderita dibanding memberi perhatian terhadap bangsa lain," ujarnya.

Konflik Palestina

Ia menegaskan pengibaran bendera Israel di Papua tidak boleh hanya dilihat dari sudut pandang politik terkait konflik Israel dan Palestina. Hal itu harus dilihat dari perspektif agama kristen yaitu bendera Israel dalam konteks bintang Daud.

Pemerintah dan Kepolisian, menurutnya, tidak bisa melarang lambang umat Kristen yang tertulis dalam kitab sucinya. Hal itu, terang Pigai, sama saja dengan melarang ajaran agama yang diyakininya.

Apalagi kata dia, bendera dengan lambang Bintang Daud tak melulu merujuk pada negara Israel, tapi juga bangsa Bani Israel.

"Kepolisian juga berlaku adil, lambang bendera Palestina bagi umat muslim boleh berkibar tetapi lambang bani Israel bagi umat kristen dilarang. Lambang Bintang Daud bukan bendera Israel saja tapi bendera tauhid bangsa Israel yang tertulis dalam aqidah agama Kristen," ujar Pigai. (cn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman