Debat Calon Walikota dan Calon Walikota Padang Putaran Pertama - Cahaya Realita

Breaking

Selasa, 08 Mei 2018

Debat Calon Walikota dan Calon Walikota Padang Putaran Pertama

CAHAYAREALITA.com, Padang - KPU Kota adang selenggarakan Debat Kandidat Calon Walikota Padang dan Calon Wakil Walikota Padang Periode 2019 – 2024, dengan No Urut 1 (satu) Emzalmi-Desri dan No Urut 2 (dua) Mahyeldi Hendri yang dilaksanakan dihotel Mercure Padang Senin 04/05/2018.

Segmen Pertama Dua kandidat Paslon Walikota dan Wakil Wali Kota memaparkan Visi –Misi serta program yang ditawarkan Lima Tahun Kedepan, untuk kemajuan dan membangun masyarakat Kota Padang selama lima tahun kedepan di Hotel Mercure Padang Sumatera Barat.

Debat yang dimoderatori oleh dosen Unand tersebut pada segmen kedua membarikan pertanyaan pada masing masing Paslon 
Debat calon walikota dan wakil walikota yang berlangsung hampir dua jam ini yang mengusung tema “ Pemerintahan Yang Bersih, Tertib dan Melyani” Pada aegmen 3 dan 4 berlangsung seru dan sempat memanas ketika masing-masing Pasangan Calon saling beragumentasi adu visi dan misi serta program-program unggulan lima tahun kedepan.

Pasangan calon nomor urut 1 (satu) Emzalmi – Desri yang diusung oleh Partai Golkar, NasDem, PDIP, Gerindra, Demokrat, Hanura, PKB, PPP, PBB, dan Perindo membacakan Visi Misi dan Progrm Unggulan sebagai berikut:

VISI
"Terwujudnya Padang Sebagai Kota yang Maju, Religius dan Berbudaya yang Berbasiskan Pendidikan, Perdagangan Dan Pariwisata"

MISI
1. Meningkatkan pengamalan nilai-nilai agama dan budaya masyarakat sesuai dengan falsafah ABS-SBK;
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui kemudahan berinvestasi dan pengembangan UMKM;
3. Mengembangkan sektor kemaritiman yang terencana dan terintegrasi;
4. Meningkatkan kualitas infrastruktur, sarana prasarana, utilitas dan transportasi kota;
5. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, responsif dan melayani berbasiskan e-Government.
Pengembangan misi dan visi Paslon No Urur 1 juga sudah menyiapkan 20 program andalan yang diharapkan bisa menyelaiakan persoalan-persoalan kota padang yang mendesak dan menjadikan kota padang lebih baik kedepanya.

Kemudian Pasangan Calon No urut 2 (dua) Mahyeldi-Hendri Septa yang diusung oleh koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) Memaparkan Visi-misi dan Program 5 tahun kedepan. 
Visi : 
Mewujudkan masarakat kota padang yang madani berbasis pendidikan, perdagangan dan pariwisata unggul serta berdaya saing.
Misi :
1. Meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang beriman, kreatif, inovatif dan berdaya saing.
2. Mewujudkan kota padang yang unggul, aman, bersih, tertib, bersahabat dan menghargai kearifan lokal.
3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi kota padang yang inklusif.
4. Mewujudkan kota padang sebagai pusat perdagangan dan ekonomi kreatif.
5. Meningkatkan pengelolaan kualitas pariwisata yang nyaman dan berkesan.
6. Menciptakan masarakat yang sadar danpeduli dan tangguh bencana.

Pengembangan misi dan visi Paslon No Urur 2 yang juga sudah menyiapkan 11 program unggulan diantaranya akan membangun 500 (lima ratus) ruang kelas baru untuk SD dan SMP.

Setelah pemaparan Visi dan misi kedua paslon Masuk segmen kedua dengan pertanyaan moderator kepada Masing - masing Paslon, Kelurahan merupakan pemerintahan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, yang semestinya memiliki ruang gerak yang lebih leluasa dalam memberikan pelayanan, 

“apa kebijakan ykonkrit yang akan pasangan ambil dan terapkan kedepan agar kelurahan memeiliki peranyang lebih besar dan mandiri dalam memberdayakan masyarakat dan menyelenggarakan layanan publik yang terbuka akuntable dan partisipatif”
Paslon No urut 2 menjawab pertanyaan yang diberikan oleh moderator
“ Yang pertama adalah penguatan SMD, Karna kemempuan sdm adalah kemempuan yang akan mengakomodasi, potensi-potensi yang ada dimasyarakat, lelanjutnya untuk melengkapi SDM yang ada dikelurahan guna menampung masukan-masukan yang ada dimasyarakat, kemudian yang kedua, yang akan kami lakukan dikelurahan adalah memberikan dukungan kepda kelurahan sehingga kedepan kelurahan bisa bersinergi dengan masyarakat kita akan berikan dukungan anggaran Maka dari itu kami didalam program unggulan kami kedepan akan memberikan dukungan anggaran – anggaran di kelurahan yang sekarang ini adalah 50 juta, maka kedepan akan dinaikan minimal 100 juta, sehingga lurah akan semakin banyak bersinergi dengan masyarakat, sehingga kedepanya permasalahan-permasalahan dimasyarakat tidak mesti dikaver melalui kota tapi bisa dikaver melalui kegiatan-kegiatan dikelurahan itu sendiri, dan keudian yang ketiga, kelurahan merupakan ujung tombak yang akan menyelesaikan permasalahan sesuai dengan kewenangannya, maka dari itu lurah harus bisa memberikan senyuman kepada masyarakat, sehingga masarakat merasa senang, masyarakat merasa terayomi, dalam menghadapi permasalahan permasalahan yang ada ada dimasyarakat, sehingga kedepan sinergi antara masyarakat dan perangkat pemerintahan akan terbangun lebih baik  lagi” Jawab Mahyeldi yang disambut riuh tepuk tangan darioendukungnya yang hadir di ruangan tersebut.

Semntara Paslon No 1 Emzalmi menanggapi pertanyaan moderator sebagai berikut:
“secara hirarki pemerintah kelurahan adalah, pemerintah kelurakan merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah kota secara keseluruhan, lalu tugasnya Cuma 3 (tiga) pertama pemerintah kelurahan harus melaksanakan fungsi-fungsinya dibidang pemerintah. Yang kedua pemerintah kelurahan harus mampu, menjabarkan tugas-tugas dibidang pembangunan, yang ketiga tugas kelurahan juga harus mampu malaksanakan tugas-tugas kemasyarakatan, itulah yang merupakan tugas pokok dan fungsi kelurahan, sepanjang tugas poko dan fungsii tersebut bisa dilaksanakan dengan baik dikelurahan dengan sebaik-baiknya dan konsistendengan aturan-aturan yang berlaku, maka sesungguhnya tugas tugas yang tiga itu akan terlaksana dengan baik dengan konsep pemberdayaan masyarakat, kuncinya adalah penguasaan tentang prinsip-prinsip organisasi pemerintahan, berkaitan dengan tata laksana pemerintahan dan sumberdaya manusianya” Sebut Calon Walikota Emzalmi mengakhiri segmen kedua tersebut.

Berlanjut kepertanyaan kedua dari moderator tentang Korupsi, “ Bagaimana cara sudara Calon Walikota stratige dan cara saudara supaya tidak jatuh kelubang korupsi, baik secara pribadi dan kelembagaan dan instumen apa yang sudah anda siapkan ?” Tanya moderator yang langsung dilemparka ke pasangan No 1 Emzalmi-Desri.

“ Tuntutan penyelenggaran pemerintahan di era reformasi ini, intinya adalah salahsatunya berkaitan dengan anti korupsi, Intinya bagaimana upaya pemberantasan Menurut kami strategi yanag akan dilakukan adalah melakukan reformasi birokrasi, terkait exisistensi kelembagaan, exisistensi kekekuasaan dan kemampuan sumberdaya manusia, satutunya cara adalah prinsip tranparansi, dan menggunakan sistim e-Government yang terintregrasi mulai dari perencanaan, pelaksanakan sampai dengan pengawasan dan pelaporan harus terintregrasi sehingga semua bisa mengontrol “ Jawab Emzalmi.

Terkait gaya kepemimpinan Emzalmi menjelaskan, menegemen kepemimpinan di kota tidak sama dengan memimpin sebuah kabupaten, menurutnya pimpinan kota harus bisa menggunakan prinsip-prinsip menejemen yang baik, ibarat tubuh manusia kepela tangan kaki dan semua komponen harus difungsikan, sehingga persoalan yang ada dapat diselesaikan di tempatnya masing masing sesuai dengan kewenangan masing-masing pemerintahan. Tiga hal kunci nya yaitu, semua pimpinan unit kerja menguasai bidang tugasnya, punya sumberdaya manusia yang baik dan berkompeten, betul betul meningkatkan kualitas smd dan tingkat kesejahteraan.

Giliran Pasangan Calon No urut 2 Mahyeldi – Hendri mendapatkan pertanyaan dari moderator terkait Salah satu kesulitan dalam mewujudkan pemerintahan yang profesional loyal dan kompeten   tidak adanya kebebasan dan perencanaan ASN yang jelas sehingga mereka tidak bisa bersikap sebagai seorang profesional, karena ada intervensi politik yang sangat kuat didalam tubuh birokrasi tersebut. 

“terkait dengan reformasi birokrasi dan bagimana mengurangi interpensi, hal yang akan dilakukan adalah menyiapkan aturan-aturan untuk mengatur hal tersebut, jadi semua punya landasan minimal Perwako, sebenarnya hal tersebut sudah dilakukan di kota padang, sehingga permasalahan terkait intervensi itu bisa diminimalisir oleh jajaran pemerintahan dikota padang dan oleh masyarakat selanjutnya langkah untuk mengurangi intervensi tersebut, dalam rangka menguatkan Reformasi birokrasi itu perlu profesionalisme, dan kota padang disamping menggunakan perangkat pemerintahan dan bekerja sama dengan perguruan tinggi” sebut Mahyeldi menjawab pertanyaan dari moderator. (Pras)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Halaman