Relawan Bencana Ranah Minang (RBR) Lakukan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami - Cahaya Realita

Breaking

Kamis, 26 April 2018

Relawan Bencana Ranah Minang (RBR) Lakukan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

CAHAYAREALITA.com, Padang – Ketua Relawan Bencana Ranah Minang (RBR) Willem Hendrik Temitius, Yang hadir sebagai nara sumber Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang diadakan Program Studi Geografi, Fakultas Ekonomi Universitas Tamansiswa Padang dengan Tema “Simulasi Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami” di Universitas Tamansiswa Padang, Kamis 26 April 2018.

Menurut Willem Hendrik Temitius , Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana, dalam hal ini ancaman gempa bumi dan stunami, serta bertujuan mengurangi dan mencegah risiko kehilangan jiwa serta perlindungan terhadap harta benda dengan pendekatan struktural dan nonstruktural. 

Mitigasi bencana adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk pada semua tindakan untuk mengurangi dampak dari satu bencana yang dapat dilakukan sebelum bencana itu terjadi, termasuk kesiapan dan tindakan-tindakan pengurangan resiko jangka panjang. 

Mitigasi bencana mencakup baik perencanaan dan pelaksanaan tindakan-tindakan untuk mengurangi resiko-resiko yang membahayakan yang di akibatkan oleh ulah manusia dan bahaya alam yang sudah diketahui, serta  proses perencanaan untuk respon yang efektif terhadap bencana-bencana yang benar-benar terjadi.

Usai memberi pengarahan dan materi Willem Hendrik Temitius langsung menggelar Simulasi yang diikuti oleh peserta dan Dosen-dosen Unitas Padang yang turut serta mengikuti jalanya simulasi yang berjalan kurang lebih 20 menit.

Simulasi yang dipandu langsung oleh Willem Hendrik Temitius bersama jajaranya yang dimuali dari lantai 2 Ruang sdiang Haryono suyono Unitas Padang sampai ketitik aman Lapangan Parkir Unitas Padang.

Usai melaksanakan Simulasi Willem Hendrik Temitius menerangkan kepada wartawan Cahayarealita.com bahwa sanya kegiatan ini dalam rangka memperingati hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang saat ini juga diadakan di sepuluh titik salah satunya di universitas tamansiswa padang.

Dari simulasi yang dilaksanakan tersebut selanjutnya dilakukan koreksi atau evaluasi dari kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam keadaan darurat menghadapi datangnya bencana alam. Tutur Willem Hendrik Temitius .

Yang pertama sekali adalah DON’T BE PANIC, kuasai diri kita bahwa kita dapat lepas dari bencana tersebut. Selanjutanya Menghindar dari bangunan, pohon, tiang listrik dan sebagainya yang berkemungkinan roboh menimpa kita.

Jika berada dalam gedung, berusahalah untuk lari keluar. Jika tidak memungkinkan berlindunglah di bawah meja yang kuat, tempat tidur. Atau berlindunglah di pojok bangunan, atau masuk kedalam kamar mandi karena lebih kuat tertopang.

Setelah Berhenti Gempa, Jika masih berada dalam gedung, maka keluar dengan tertib, jangan gunakan Lift, gunakanlah tangga dengan sesekali melihat keatas guna mengantisipasi benda yang jatuh dari atas.

Periksa juga apakah ada yang terluka. Jika ya, lakukanlah pertolongan pertama, lalu Hindari bangunan yang kelihatannya hampir roboh atau berpotensi untuk roboh. Terang Willem Hendrik Temitius.

Ungkap Ketua Relawan Bencana Ranah Minang, pihak nya akan terus mensosialisasikan dengan tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam  dengan menggandeng Mahasiswa dalam mengedukasi masarakat luas.

Dilokasi yang sama Wakil Rektor I Universitas Tamansiswa Padang, DR. Ir, Fatimah, MP, Menyampaikan Apresiasi atas dilakukanya simulasi penanggulangan gempa dan tsunami yang menjadi edukasi bagi mahasiswa dan masarakat.

Selanjutnya Wakil Rektor I unitas berharap terhadap Pemerintah untuk lebih menjelaskan atau menerangkan kepada masarakat tentang jalur- Jalur Evakuasi yang tentunya akan memudahkan bagi masarakat jika seaktu-waktu terjadi Gampa atau tsunami, Dengan jelasnya jalur tersebut nantinya akan mengurangi korban atau dampak dari terjadinya bencana.

Sementara dari pihak unitas sendiri akan berperan serta dalam hal ini mengajak masarakat bersama untuk tanggap dan siapsiaga bencana, Beliau juga mengungkapkan terkait Selter yang berada di Universitas Tamansiswa Padang yang berkapasitas kurang lebih 500 orang yang juga siap untuk menampung Masarakat jika seaktu-waktu terjadi Bencana Alam.(Pras)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman