Ratusan WNI Tinggal di Daerah Saudi Rawan Rudal - Cahaya Realita

Breaking

Senin, 23 April 2018

Ratusan WNI Tinggal di Daerah Saudi Rawan Rudal

CAHAYAREALITA.com - Ratusan warga Indonesia (WNI) tinggal di Najran, wilayah Arab Saudi yang kerap dibidik rudal Yaman. Namun untuk mewujudkan kepedulian pemerintah Indonesia terhadap WNI di Arab Saudi, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, mengunjungi mereka pada Kamis (19/4) lalu.

Rombongan KBRI terdiri atas Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Atase Pertahanan Kol Inf Drajad Bima Yoga, Atase Kepolisian Kombes Fahrur Razi dan Tim Perlindungan WNI Mulyanto serta 10 staf KBRI Riyadh.

Daerah tersebut merupakan salah satu daerah di Arab Saudi yang terdekat dengan wilayah konflik di Yaman. Karenanya, untuk memasuki kawasan Najran diperlukan perizinan khusus dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Pasalnya, Najran adalah zona khusus yang berpotensi menjadi sasaran roket maupun rudal yang bisa menyerang kapan saja. "Kemenlu Saudi sempat tidak memberikan izin dengan pertimbangan keamanan," kata Dubes Agus Maftuh lewat rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (22/4).

KBRI Riyadh akhirnya berhasil meyakinkan pihak keamanan Arab Saudi soal pentingnya memberikan pengayoman atas WNI di wilayah perbatasan Saudi-Yaman tersebut. Izin pun diberikan Kementerian Luar Negeri Saudi dengan pengawalan ekstra ketat dari pihak keamanan Saudi.

Biasanya rombongan KBRI Riyadh melakukan perjalanan darat sejauh seribu kilometer dari Riyadh. Perjalanan ditempuh selama 12 jam menyusuri gurun.
Adapun rombongan Dubes RI melakukan perjalanan lewat udara dan mendarat di Kota Abna. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat dengan delapan kali ganti pengawalan selama empat jam untuk dapat tiba di Kota Najran.

Pertemuan antara KBRI Riyadh dan perwakilan WNI dilakukan di Funduq Najran, sebuah hotel yang kerap menjadi sasaran roket yang diluncurkan dari wilayah Yaman.

Kehadiran Dubes RI dan rombongan disambut gembira dan senyum sumringah dari para ekspatriat WNI di Kota Najran. Sejumlah WNI hadir mewakili sekitar 700 WNI di Kota Najran. Suasana pertemuan pun berlangsung sangat 'cair'.

Dubes RI memberi arahan terkait perkembangan situasi di Najran. "Bagaimana yang dilakukan seluruh WNI yang berada di daerah terdampak konflik apabila terjadi keadaan darurat dan rencana yang telah disiapkan KBRI dalam menghadapi perkembangan situasi di tempat mereka bekerja," kata Dubes Agus Maftuh lewat rilisnya.

Sedikitnya 120 rudal balistik telah diluncurkan ke wilayah Arab Saudi. Karena itu, dalam rangka mengantisipasi meningkatnya frekuensi serangan rudal ke Najran dan Jizan, KBRI Riyadh telah membentuk Tim Manajemen Krisis yang diketuai Atase Pertahanan.
Pada pertemuan tersebut, Atase Pertahanan KBRI Riyadh, Drajad Bima Yoga menyampaikan prosedur standar operasi tentang klasifikasi situasi serta langkah penangannya. Adapun Atase Kepolisian Fahrur Razi mengimbau WNI di Najran untuk tetap waspada dan memahami peraturan yang berlaku di Arab Saudi guna terhindar dari jeratan hukum. 

WNI juga diminta segera menghubungi KBRI Riyadh jika berurusan dengan kepolisian agar segera dapat dilakukan pendampingan.

'Petasan dan Kembang Api'

Kepada Dubes RI, para ekspatriat WNI mengungkapkan unek-uneknya. "Kami selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan. Meski hampir tiap minggu mendengar suara dentuman roket dan rudal, tapi kami sudah terbiasa. Kami anggap suara petasan. Tabrakan rudal roket kami di udara, kami anggap kembang api," tutur para WNI seperti dilansir rilis KBRI Riyadh.

Pengalaman mendengar suara 'petasan' pun dialami rombongan KBRI Riyadh. Dini hari sekitar jam 03.00, delegasi KBRI yang menginap di hotel Najran dikejutkan dengan bunyi keras yang diyakini sebagai suara rudal.

Ternyata pagi harinya kantor berita Saudi Press Agency (SPA) memberitakan bahwa malam itu Angkatan Udara Saudi berhasil menghancurkan rudal di udara yang mengarah ke dekat kota Najran. 

Menjelang pulang, Dubes RI sempat berkelakar dengan para WNI bahwa suara semalam itu suara orang main petasan. 

Yoga, Atase Pertahanan, yang juga ahli persenjataan ini langsung menimpali "di dalam bodi rudal itu ada rangkaian tentang lokasi LU/LS (lintang utara lintang selatan) dan juga BB/BT Bujur barat bujur timur, dan kemungkinan melesetnya kecil ketika kena sasaran. Jadi kalau tempat kita berpijak ada di dalam list GPS tsb ya Inna Lillahi," kata Atase Pertahanan KBRI Riyadh tersebut. (nat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman