Kemilau Cinta Gadis Misteri Di Ujung Senja - Cahaya Realita

Breaking

Rabu, 25 April 2018

Kemilau Cinta Gadis Misteri Di Ujung Senja

Oleh Prasetyo: Hamparan laut biru membentag dihiasi pulau-pulau kecil dan lekuk pantai yang menambah pesona menawan bagi setiap mata memandang, Rasanya Susah untuk beranjak dari tempat duduk ku dipantai pandang ini, padahal senja mulai beranjak pergi meninggalkan gelap digaris pantai, tapi warna warni lampu jalan dan kafe yang berjajar rapi ditepian jalan ini membuat aku makin enggan meninggalkan tempat duduk ini.

“hai” tiba tiba dari arah belakang dimana aku duduk terdengar suara lembut menghampiri gendang telingaku, aku menoleh mamastikan bahwa memang aku yang disapa, karna ditempat itu Cuma aku sendiri yang duduk disekitar tempat itu.

“hai Juga” kataku sanbil kulihat wajahnya yang tak begitu jelas karna memang suasana sudah beranjak gelap.

“sendiri aja Bang” katanya kembali sambil menghampiriku.
“Iya mbak” kataku sambil kuberanjak berdiri dari tempat duduk.
“Ngapain Bang duduk disini sendiri aja, dah malam lo !” katnya sambil tersenyum kearahku, hem... wah baru kali ini aku aku dihampiri dan disapa cewek , gumamku dalam hati, cantik lagi sekalipun suasana sedikit gelap samar wajahnya yang kelihatan diterpa  sinar lampu jalan.
“ha ha Iya Mbak, lagi nikmati senja nih mbak “ Jawabku.
“ Nah ini mah bukan senja lagi bang, ini dah malam Bang, hati hati lo duduk sendirian malam-malam apalagi ngelamun tar kesurupan lo bang” Candanya sambil melontarkan senyuman, Oh tuhan... senyum yang manis banget dan buat darahku berdesir.
“ Ha ha ha... kan sekarang berdua mbak gak sendiri, jadi gak bakal kesurupan deh mbak, ha ha ha, Kenalan dong Mabk !” jawabku Maulai jahil sambil menawarkan tangan ku ajak kenalan.
“Nina, Bang”  Sahut nya sambil menyambut uluran tanganku.
“Aku Budi mbak, Tapi Bukan Budek dikit he he he” jawabku sambil cengengesan memecahkan suasana.

Kami ahirnya bercakap-cakap saling menanyakan dimana tinggal dan kegiatan sehari-hari sambil sesekali tertawa kecil memecah percakapan kami, sekalipun baru kenal tapi kami terasa akrab berbincang kesana kemari.
“Jam Berapa bang ?” tanya Nina sambil melirik jam tangan ku.
“ Eh... dah jam 10 Nina, sudah malam ternyata” jawabku kaget ternyata sudah larut.
“ Maaf ya bang Nina Pulang dulu sampai kelupaan saking asik ngobrol bang, Ok bang Nina Pamit dulu ya sampai jumpa esok lagi, da... abang” sambil beranjak lari meninggalkan aku, aku hanya berdiri terpaku karna dia langsung berlari begitu saja dan hilang bagai ditelan bumi.
Ah No Hp kok enggak kepikiran minta dari tadi, keenakan ngobrol sana sini, gerutuku dalam hati.
Senja yang mengesankan buatku hari ini, hari yang berwarna seperti mega-mega hiasi senja sore ini, 
Akupun beranjak melangkah pergi meninggalkan tempat dimana aku kenal tania, walaupun singkat tapi meninggalkan kesan dalam hatiku, Gadis cantik yang tanpa sengaja datang menghampiri dalam kesendirianku disenja ini, Gadis ceria yang telah membuat aku merasa bahagia walau sebentar.
Semoga saja esok kami bisa bertemu kembali ditempat dimana kami bertemu tadi. Semoga masih ada senja yang indah dengan canda tawa Nina. Bersambung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Halaman