Gagal Menjadi Tuan Rumah PON XXI 2024, DPRD Akan Hentikan Anggaran Pembangunan Stadion Utama Sumbar - Cahaya Realita

Breaking

Sabtu, 28 April 2018

Gagal Menjadi Tuan Rumah PON XXI 2024, DPRD Akan Hentikan Anggaran Pembangunan Stadion Utama Sumbar

CAHAYAREALITA.com, Padang - Sumatera Barat akan dipastikan gagal sebagai penyelenggara Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XXI-2024 mendatang. Sementara pembangunan Stadion Utama yang dibangun di atas lahan seluas 39 hektar di daerah Sikabu Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman yang pembangunan menelan anggaran Rp.1,8 trilun dari dana APBD.

Gagalnya Sumatera Barat sebagai tuan rumah sebagai penyelenggara PON ke XXI-2024 yang akan datang berujung buntu dimana DPRD Sumatera Barat menyikapi kegagalan tersebut dengan rencana penghentian anggaran untuk pembangunan stadion utama yang tahun ini DPRD Sumbar menguyur dana  atau anggaran sebesar Rp.100 miliar.

Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Arkadius Datuk Intan Bano,jumad (27/4) mengatakan untuk kepentingan Sumatera Barat, anggaran yang sudah ada yaitu sebesar Rp. 100 miliar tahun ini diminta agar tidak dibelanjakan, karena tidak lagi mendesak, sebaiknya dana tersebut dialokasikan untuk pembuatan Detail Engineering Desigh (DED) Survey Engineering Detail (SED) terlebih dahulu, ungkapnya.

Sementara pembangunan stadion utama tak akan lagi dibantu anggaran APBN, terangnya, anggaran yang dibutuhkan untuk melanjutkan proyek ini akan cukup besar. DPRD Sumbar perlu menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pembangunan kompleks Olah Raga Sumatera Barat itu sebagai payung hukum.

"Agar bisa berkelanjutan, perlu ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda). Ini juga sudah disampaikan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) beberapa waktu yang lalu", jelasnya.

Arkadius mengataka gagalnya Sumatera Barat menjadi tuan rumah PON tahun 2024 menyisahkan penyesalan oleh DPRD Sumbar. DPRD Sumbar melihat kegagalan ini adalah gambaran dari ketidak seriusan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar). Terutama Gubernur Sumbar kurang melakukan lobi ke pusat.

Seharusnya 30 November Tahun 2017 yang lalu semua persyaratan pendaftaran PON sudah dipenuhi. Jika masalah uang pendaftaran PON  sebesar Rp.1 miliar yang jadi kendala, sebenarnya itu bukan masalah. APBD induk tahun 2018 memang telah ditetapkan, namun menurut hemat saya bisa dicarikan jalan keluarnya dengan memakai dana tak terduga, dan itu dibolehkan oleh aturan.

"Sementara mengenai kegagalan menjadi tuan rumah PON, jauh hari DPRD sudah menggigatkan Gubernur Sumatera Barat sebagai Kepala Daeah Sumbar agar intens melakukan lobi kepusat. 

Lobi Gubernur Sumbar dibutuhkan karena persoalan menjadi tuan rumah sebagai penyelenggara PON Tahun 2024, hal ini tidak bisa dilakukan oleh Ketua Koni Sumbar saja. 

Namun karena kurangnya lobi, untuk menjadi penyelenggara tuan rumah PON ke XXI tahun 2024, sekarang menjadi angan angan tegasnya Arkadius.

Suwirpen Suib sebagai Ketua Komisi IV DPRD Sumbar membenarkan, kalau rencana DPRD menyetop anggaran buat pembangunan Stadion  Utama Sumbar, sebagai evaluasi gagalnya Sumatera Barat sebagai tuan rumah untuk penyelenggara PON ke XXI tahun 2024 yang datang.

"Pandangan sebagian Anggota Dewan Sumbar untuk menyetop anggaran ini terlebih dahulu menurut saya memang baiknya begitu", ujarnya.

Pembangunan Stadiun Utama diatas lahan seluas 39 hektar, sampai siap proyek ini diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp.1,8 triliun. Selama ini, sudah banyak dana APBD Provinsi yang dialokasikan untuk pembangunan main stadiun Sikabu Lubuk guna memuluskan keinginan untuk menjadi tuan rumah sebagai penyelenggara PON.

Tahun pertama proyek ini dianggarkan melalui APBD 2015 Sumbar senilai Rp. 24 miliar setelah itu ada pula dialokasikan dana sebesar Rp. 200 miliar untuk biaya pembebasan lahan dan Cut and Fill (pemerataan lahan) pada APBD
2016.

"Mengenai kemana anggaran yang telah dipersiapkan akan dialihkan, kita belum dapat pastikan belum ada pembahasan terkait itu yang jelas kita rapatkan dulu."

Kadispora Sumbar Priadi Syukur mengatakan bahwa pembangunan Stadion Utama tak semata mata bergantung pada pelaksanaan PON semata. Persoalannya Sumbar belum memiliki fasilitas olah raga yang standar Internasional. Karenanya pembangunan Stadion Utama  di Sikabu Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman akan tetap dilakukan, tagasnya.

Gagal atau tidaknya Sumbar menjadi tuan rumah PON 2024, stadiun utama tentunya akan tetap dibangun, katanya.

Secara umum, stadiun utama tersebut tentunya tak hanya berfungsi untuk olah raga atau pertandingan sepak bola semata. Ia menyatakan pemerintah Propinsi Sumbar punya rencana banyak terkait adanya stadiun utama tersebut.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan tentang pembangunan stadiun utama, Provinsi Sumatera Barat  berencana menjadi tuan rumah penyelenggara MTQ Nasional pada tahun 2020 mendatang. Karenanya pembangunan stadiun utama perlu dipercepat untuk menunjang rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat .

"Sudah lama sekali kita tak menjadi tuan rumah MTQ Nasional, terakhir kita menjadi host di tahun 1983 silam dan stadiun H. Agus Salim adalah sarana atau pusat pelaksanaan MTQ di Padang kala itu. 

Tentunya, stadiun utama menjadi sarana dan prasarana daerah yang bisa digunakan untuk banyak hal, seperti  pusat kegiatan olah raga masyarakat kawasan stadiun utama itu juga direncanakan menjadi kawasan olah raga terpadu," ucap Nasrul Abit. (Adi)
Pewarta : Musliadi
Editor : Prasetyo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Halaman