Menjamin Etika Parlemen - Cahaya Realita

Breaking

Minggu, 11 Maret 2018

Menjamin Etika Parlemen

Apa yang ada di pikiran-pikiran mereka yang mengkoreksi etika politik para legislator di Republik ini? Catatan mengenai etika politik itu bagus. Hanya saja mesti sebelumnya ada pemahaman bahwa itu adalah buah demokratisasi di alam pikiran dan praktis rakyat se Nusantara.

Koreksi teoretis dengan utopia sebagai standar, mestinya berangkat dari realitas. Realitas mengenai politik transaksional yang mendominasi, bahkan seakan menjadi etika baru politik. Realitas berangkat menuju peningkatan ekonomi yang ditandai dengan kesibukan menghabiskan waktu untuk bekerja, sehingga sedikit waktu untuk diskursus mengenai etika politik di banyak lapau di negeri ini.

Belum lagi realitas paling celaka di mana agama sungguh benar2 menjadi komoditas politik. Dialektika tentang nya yang tak berkesudahan, berkontribusi dominan terhadap hiruk-pikuk di Republik ini. Standar-standar untuk mengukur aktifitas ekonomi berubah-ubah pada kalangan elit intelektual ekonomi, sesuai kepentingan untuk mendominasi perbincangan publik dalam meraup popularitas. Yang sejatinya hanya sebentuk upaya membuat blunder pemahaman segenap warga, sehingga pilihan diputuskan bukan karena isi substansi namun popularitas belaka.

Lalu bagaimana menjamin terwujudnya politik yang etis?

Tidak lain tidak bukan, di alam di mana medsos dominan ini, kita butuh lebih kuat untuk menatap wajah2 berpengharapan mereka dalam cengkrama komunikasi politik.
Waktunya mesti akan tiba. Berkecimpung dalam hiruk pikuk hari ini, hanya akan membuat kita butuh waktu lebih banyak untuk sampai ke sana.

Kerja ... kerja ... kerja ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman