Ini harapan ekonom kepada calon Gubernur BI yang baru - Cahaya Realita

Breaking

Senin, 05 Maret 2018

Ini harapan ekonom kepada calon Gubernur BI yang baru

JAKARTA.CR - Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo telah dibacakan oleh dewan perwakilan rakyat (DPR). Para pengamat ekonomi menanggapi hal tersebut beragam.

Salah satunya, Ekonom Bank BCA David Sumual mengatakan, calon gubernur BI yang baru akan dihadapkan dengan tantangan eksternal. Seperti kenaikan suku bunga sentral Amerika (the fed).
“Nanti akan tahu pada 21 Maret karena akan ada FOMC, kira-kira bagaimana, apa ada percepatan atau tidak dalam hal kenaikan suku bunga,” Ujarnya kepada kontan.co.id,

Mengingat faktor eksternal yang cukup menantang, gubernur BI yang baru diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang intensif antara pemangku kepentingan dengan pelaku pasar. Hal ini untuk menahan volatilitas nilai tukar dan juga tekanan inflasi yang akan terjadi di kemudian hari.

Selain itu, diharapkan dapat menjaga stabilitas Inflasi karena ini menjadi tugas utama BI dalam Undang-undang BI. "Antar pelaku pasar dan juga dengan stakeholder yang lain tentang stabilitas inflasi. Mengingat tantangan eksternal yang cukup berat karena fed dan bank sentral lain mungkin juga dalam kondisi melakukan pengetatan sekarang," tambahnya.

Menurutnya, hingga saat ini Bi dinilai sudah memiliki kebijakan yang cukup bagus, dan memiliki cadangan devisa yang cukup kuat. "Lalu juga dari sisi fundamental semuanya baik. Tinggal mungkin kalau ada volatilitas BI juga bilang akan tetap ada di pasar," kata dia.

secara terpisah, pengamat Ekonomi Core Mohammad Faisal mengatakan, gubernur BI yang baru di tuntut untuk bisa meningkatkan peran BI dalam membantu pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih cepat.

Hal ini dilakukan dengan cara meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah untuk mencari terobosan-terobosan atau cara yang dimungkinkan bagi otoritas moneter untuk dapat lebih optimal mendorong pertumbuhan.

"Selain itu juga mengatasi permasalahan lambannya transmisi kebijakan moneter yakni penyaluran kredit ke sektor riil yang selama ini lambat," katanya.

Menurut Faisal, peran Bi untuk membantu pemerintah masih sangat belum optimal, padahal ruang manuver di moneter lebih luas, sedangkan ruang fiskal sangat terbatas.

Selain itu, tantangan ke depannya yakni datang dari luar dan dalam negeri. Di mana akan dada dorongan peningkatan suku bunga global, terutama dari the fed. "Konsekuensinya tekanan pada nilai tukar dan inflasi," tambahnya.

Sementara, Dari dalam, penyaluran kredit ke sektor riil lambat apalagi yang ke UMKM, dan likuiditas di sektor riil rendah, tingkat investasi dalam negeri juga masih terbatas. Menurutnya, sistem insentif yang ada saat ini membuat perbankan lebih cenderung mengambil keuntungan dengan menyimpan dana di SBI daripada menyalurkan kredit ke sektor riil.

Sekadar Informasi, Proses pemilihan gubernur BI ini, telah dibacakan melalui surat presiden di sidang paripurna. Setelah itu akan di adakan rapat badan musyawarah DPR.

Kemudian baru ditugaskan kepada komisi XI untuk membahasnya. Melalui rapat internal barulah dijadwalkan kapan akan dilakukannya fit and proper test. Jika di nyatakan tidak lulus, maka presiden akan menyerahkan nama lain. 
Sumber:http://www.kontan.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman