Butuh Dukungan Internet Dalam Pengembangan KEK dan SKPT di Mentawai - Cahaya Realita

Breaking

Selasa, 06 Maret 2018

Butuh Dukungan Internet Dalam Pengembangan KEK dan SKPT di Mentawai

Mentwai (SUMBAR) CR - Dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah Taileleu, Kecamatan Siberut Barat Daya, dan Sentral Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) Sikakap, di Kecamatan Sikakap sangat membutuhkan adanya jaringan internet. Jaringan internet di Mentawai dinilai menjadi kebutuhan mendesak dalam mendukung pengembangan Kabupaten Kepualauan Mentawai. Sebab, saat ini jaringan internet hanya bisa diakses di Tuapejat. 

"Solusinya, yakni adanya penyiapan tower besar yang dibangun di Mentawai. Dengan itu, jaringan internet bisa lebih baik dari kondisinya sekarang. Apalagi kita akan mengembangkan KEK di Siberut Barat Daya, dan SKPT di Sikakap, itu tentunya sangat membutuhkan internet. Untuk itu, Gubernur akan membuat surat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) agar pembangunan tower tersebut bisa segera terealisasi, karena tanpa internet kita tidak bisa apa-apa disana," ujar Wagub Nasrul Abit usai rapat pembahasan dukungan sarana dan prasarana telekomunikasi di Kepulauan Mentawai, di ruang rapat Wagub, Selasa (6/3).

Terkait pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Wagub menyebutkan pembangunan 13 BTS yang dilakukan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) tersebut sedang jalan.

Pembangunan 13 BTS itu tersebar di empat pulau utama Kepulauan Mentawai, diantaranya 6 lokasi di Pulau Siberut, Simatalu, Saliguma, Sagulubbeg, Labuanbajau, Cimpungan dan Matotonan. 4 lokasi di Pulau Sipora, Betumonga, Nemnemleleu, Beriulou dan Saureinu. Serta 3 di Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan, Sinaka, Manguiru dan KM 37. Dimana, pada daerah-daerah tersebut sebelumnya merupakan kawasan tak bersinyal (Blank Spot).
"Sudah selesai 13 BTS di kawasan Blank Spot beserta jaringannya, yang disediakan oleh provider Telkomsel. Namun ini tidak bisa untuk internet. Kata pihak Telkom, BTS ini bisa untuk internet, namun butuh peralatan khusus. Tentunya kita tunggu surat dari Bupati, dan dilanjutkan surat ke Kemenkominfo," jelasnya.

Wagub menambahkan, dalam rapat pembahasan dukungan sarana dan prasarana telekomunikasi di Kepulauan Mentawai tersebut juga dilakukan pembahasan terhadap kantor Telkom yang ada di Tuapejat, dimana tanah dan gedung Telkom disana milik Pemda Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pihak Telkom meminta agar asetnya jelas supaya mereka dapat mengembangkan jaringan telekomunikasi di Mentawai.

"Sesuai prosedur tentunya akan diminta ke Pemkab Mentawai. Pemkab yang akan menyurati DPRD bagaimana solusi dalam persoalan ini. Harapan kita DPRD mentawai mendukung, agar Telkom tidak ragu dalam membangun jaringan telekomonikasi di Mentawai. Bupati diminta untuk membantu menyelesaikan aset yang masih menggantung, mana yang menjadi aset Pemda Mentawai dan mana yang menjadi aset Telkom," terangnya.

Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan dengan adanya pertemuan dengan pihak Telkom yang difasilitasi Wagub Sumbar ini diharapkan menyelesaian persoalan dengan pihak Telkom dapat diselesaikan. Ini bertujuan agar tidak ada lagi halangan dalam pengembangan wilayah mentawai ke depan, sebab banyak program yang membutuhkan dukungan telekomunikasi agar pembangunan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan maksimal.

"Secara teknis sudah dibicarakan bagaimana membangun komunikasi di Mentawai dengan pihak Telkom. Termasuk juga yang berhubungan dengan aset dan pembangunan-pembangunan sebelumnya dapat diselesaikan, dan itu dapat terlaksana dengan didukung Pemprov Sumbar. Kami sifatnya terus mendesak, salah satunya rencana Telkom membangun kabel optik dari Padang sampai ke Tuapejat, dari Tuapejat akan dibagi ke seluruh wilayah Mentawai. Ini agar bisa semuanyamengakses internet, sebab sekarang baru di Tuapejat yang bisa," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman