Puluhan Ribu Botol Jamu Tradisonal Kadaluarsa Diamankan Ditresnarkoba Sumbar - Cahaya Realita

Breaking

Selasa, 20 Februari 2018

Puluhan Ribu Botol Jamu Tradisonal Kadaluarsa Diamankan Ditresnarkoba Sumbar

Padang (SUMABAR), CR-Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar Mengamankan 6 0rang dalam perkara dugaan tindak pidana menjual atau memperdagangkan kesediaan farmasi berupa obat tradisional atau jamu yang tidak memeiliki izin edar, tidak sesuai dengan standar yang dipersaratkan dan sudah kadaluarsa, selasa 13 Februari 2018.

Empat orang tersangka diduga mengedarkan jamu tradisional tidak memiliki izin edar, tidak sesuai dengan standar kesehatan serta kadaluwarsa ditangkap pihak kepolisian.

“Mereka ditangkap yakni inisial “K” alias Rin warga Banyuwangi, Prov.Jawa Timur, inisial “NH” alias Hadi warga Lampung, Provinsi Lampung,inisial “P” alias Rin, serta inisial “I” alias Ujang warga Pariaman,”kata Dit.Narkoba Polda Sumbar, Kumbul di Padang.

Ia menjelaskan, awal tiga orang ditangkap di daerah Muaro Kiawi, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman. Mereka ini diduga membawa 200 dus jamu tradisional dengan mobil merk Daihatsu Grand Max No Pol A 1457 AL dan BA 1996 WD tersebut untuk di edarkan di wilayah Sumbar.
Penggerebekan yang dilakukan digudang pengemasan ulang obat atau jamu tradisional merek Cap Raja Tawon dan Jamu merk Cap Madu Manggis yang berada di Jorong Pasir baru Kenagarian Pilubang, kec, sungai Padang Pariaman.
Dari tkp Petugas Ditresnarkoba mengamankan Duaratus sembilan puluh delapan kardus (298) dengan isi 24900 botol jamu merek Raja Tawon ukiuran 150 ml. 28 kardus berisi 336 botol madu merek Madu Manggis Ukuran 600 ml, 58 kardus kosong dengan merek Raja Tawon, 10 ikat segel tutup botol jamu raja tawon. 2500 lembar merek madu manggis untuk botol kecil, 1 bundel merk cap madu manggis untuk botol besar, 1 buah hairdryer, satu botol lem, 7 bundel nota barang, 4 buah buku catatan, 1 bundel plastik pres, 1 bundel poto kopi perizinan.
Tersangka menjual barang tersebut atau memperdagangkan kesedian farmasi berupa obat tradisoanl atau jamu yang tidak memeiliki izin edar, atau tidak sesuai dengan standar yang dipersaratkan dan sudah kadaluarsa yang berasal dari kabupaten banyuwangi jawa timur. Kemudian ditampung satu buah rumah yang terletak dirusun tiga jorong pasir baru kenagarian Pilubang Padang Pariaman. Serta diedarkan kedaerah-daerah pinggiran, seperti kabupaten pasaman barat, Pesisir secara dor todor.
Selanjutnya diharapkan kepada semua masarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan atau membeli jamu, karena sudah barang tentu barang yang sudah kadaluarsa ini akan merugikan bagi kesehatan atau kerugian bagi konsumen.
Yudhistira menghimbau masyarakat Sumbar untuk hati-hati konsumsi jamu tradisional merk Madu Manggis dimana sangat membahayakan kesehatan.

“Jamu tradisional beredar di Pariaman dan Pasaman Barat juga sudah kadaluwarsa,”imbuhnya.

Empat tersangka dapat di jerat UU Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Kesehatan pasal 197 dan UU nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a dan ayat 3. “Ancaman hukuman maksimal 15 Tahun Penjara,”imbuh Yudhistira..
(Pras)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Halaman