Gubernur Akan Beri sangsi bagi pegawai yang tidak ikut apel - Cahaya Realita

Breaking

Selasa, 20 Februari 2018

Gubernur Akan Beri sangsi bagi pegawai yang tidak ikut apel

Padang (SUMBAR) CR - Senin (19/2/2018), Gubernur Irwan Prayitno yang bertindak sebagai  inspektur Upacara Priodik Bulan Korpri di halaman kantor gubernur, dalam Rangka Apel pagi merupakan rutinitas yang mesti dilaksanakan bagi setiap ASN dimanapun berada tanpa terkecuali di Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat. Apel juga merupakan aturan dalam sistem pelayanan dan disiplin pegawai bagi setiap instansi kerja dan dunia pendidikan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, para asisten,  staf ahli gubernur,  kepala OPD dilingkungan pemprov. Sumbar.

Gubernur lebih tegas menyampaikan, saya tidak akan biarkan lagi ada pegawai hadir tapi tidak ikut berbaris,  ada pegawai yang benar-benar tidak peduli ikut berarti telah melanggar aturan yang ada sebagai pegawai.

“Kita akan memberi sangsi sesuai aturan yang berlaku, bagi pegawai yang tidak ikut apel Senin, hari ini dan seterusnya dicatat direkap laporkan kepada saya. kita ingin lihat siapa-siapa tidak hadir dan tidak mau hadir karena apel juga akan dikaitkan dengan tunjangan daerah,” seru Irwan Prayitno

Gubenur Irwan Prayitno juga menyampaikan bahwa melaksanakan apel pagi banyak manfaatnya, antara lain,  meningkatkan disiplin diri,  membangun silaturrahmi,  pelurusan informasi bagi pegawai,  penyemangat kerja dan meningkatkan kebersamaan dalam kerja memajukan daerah.

“Karena itu saya perintahkan semua ASN dilingkungan pemprov Sumbar wajib apel tanpa terkecuali sesuai aturan yang berlaku. Apel pagi setiap Senin sekali seminggu bukanlah hal yang sulit,” himbau Gubernur Irwan Prayitno.

Kemudian Gubernur Irwan Prayitno juga mengingatkan,  setiap pejabat mulai eselon II, III dan IV tidak boleh marah -marah,  kepada staf dan anak buahnya,  jika tidak bisa mengendalikan emosi puasa Senin - Kamis.

Tidak benar pejabat memarahi anak buahnya, itu juga melanggar hak asasi manusia (HAM). Prilaku marah terkadang juga tidak dapat berpikir subjektif,  tidak normal,  sehingga bisa mengurangi gairah kerja staf dan malah bisa membuat anti pati merusak sistem pekerjaan tidak maksimal.

Kapan lagi pejabat bisa menjadi inspirasi bagi staf dalam meningkatkan kemampuannya memajukan pelayanan dilingkungan dengan kerja sungguh-sungguh,  tekun dan bangga dengan lembaga tempat kerjanya.

Sikap disiplin dan kerja keras pejabat selain memberikan inspiratif juga memberikan wawasan pengalaman yang memajukan lembaga,  membuat staf merasa nyaman dalam memberikan pengabdiannya sesuai tugas-tugasnya.

“Jadi pemimpin itu mesti pakai hati nurani dan logika pikir yang sehat dalam menjalankan amanah tugas sesuai peran tugas dan fungsi organisasi,” tegas gubernur mengakhirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman