Pebalap Asal Trengganu Cycling Team Mohd Shahrul Mat Amin Juarai Etape9 - Cahaya Realita

Breaking

Senin, 27 November 2017

Pebalap Asal Trengganu Cycling Team Mohd Shahrul Mat Amin Juarai Etape9

Bukittinggi(SUMBAR),CR-Etape sembilan atau terakhir iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak 2017, berlangsung dari Kantor Bupati Pasaman menuju garis finish di Jalan Sudirman depan Balai Kota Lama Bukittinggi, Minggu (26/11/2017).Sebanyak 71 pebalap tersisa dari sejumlah negara di dunia dan pebalap asal indonesia, memulai start sekitar pukul 11.00 WIB, para pembalap memacu sepedanya dalam kondisi fisik yang cukup lelah, namun hal itu tidak mengurangi semangat untuk dapat menjadi yang tercepat menyentuh garis finish di kota Bukittinggi. 

Memasuki wilayah Palupuah, Kabupaten Agam hingga melewati loop enam putaran dan finish di Kota Bukittinggi sekitar pukul 14.41 WIB, para pebalap melewati rute yang cukup menantang dan tak lepas dari guyuran hujan.Rute etape sembilan, dimulai dari kantor Bupati Pasaman – Equator Jombol – Palupuah – Bukit Ambacang – jalan Veteram – jalan A. Yani – Jam Gadang – Finish Lapangan Wirabraja Kantin.

Selanjutnya memulai rute loop atau sprint dari Jl. Protokol Sudirman – Jl. Jambu Air – Simpang Jambu Air – Taluak – Jl. M. Yamin, Aur Kuning – Jl. ST. Syahrir, Tarok – Belakang MGM – depan RS. Madina, Monumen Polisi Wanita (Polwan), dan finish kembali di Lapangan Wirabraja Kantin.
Hingga berakhir rute loop sebanyak enam putaran, pebalap Mohd Shahrul Mat Amin asal Malaysia yang tergabung dalam Trengganu Cycling Team, tampil sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 2:58:14. Disusul pembalap Shabaoi Soufiane dari VIB Bikes Maroko di posisi kedua dengan catatan waktu 2:58:14 (+00:00).

Sedangkan pada posisi ketiga, pebalap Misbah Muhsin Al Redha dari Team Sapura Cycling Malaysia dengan catatan waktu 2:58:14 (+00:00).Grand finish ini pun dihadiri Sekretaris Kementrian Pariwisata, Wakil Gubernur, Walikota Bukittinggi, Wakil Walikota, Ketua DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bukittinggi, Organisasi Pimpinan Daerah OPD, serta ribuan pasang mata dari warga Bukittinggi dan sekitarnya, yang sangat antusias menantikan kedatangan pebalap.

Seusai finish, Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias mengatakan, secara umum penyelenggaraan grand finish Tour de Singkarak di Kota Bukittinggi berjalan dengan aman dan lancar, walaupun dalam kondisi hujan iven balap sepeda peringkat lima di dunia ini, tetap dinantikan masyarakat, dengan sangat antusias menanti di garis finish walaupun hujan terus turun hingga membuat mereka basah kuyup.

“Mengingat tingginya antusias masyarakat ini, ke depan Pemerintah Kota Bukittinggi komit akan meningkatkan lagi penyelenggaraan iven dunia itu, dan berencana menjadi tuan rumah grand start pada iven yang sama tahun 2018 mendatang,” jelasnya.

Menurut M. Ramlan Nurmatias, efek TdS sangat bermanfaat untuk mengembangkan dunia pariwisata, karena pebalap bersama official diperkenalkan juga dengan objek wisata yang ada di daerah, sambil dilalui mereka mengenal apa saja objek wisata yang ada, dan tentu hal ini menjadi pengalaman yang juga akan diceritakan di negaranya. (jn/Rri)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman