ANDRI PUTRA SIMAWANG PEMUDA PELOPOR NASIONAL 2017 - Cahaya Realita

Breaking

Rabu, 01 November 2017

ANDRI PUTRA SIMAWANG PEMUDA PELOPOR NASIONAL 2017

Tanah Datar (SUMBAR),CR-Atas prakarsanya bersama warga lainnya membangun Kincir Air Kembar Tiga, Pemuda bernama Andri berhasil dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2017 dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam bidang kepeloporan Inovasi Teknologi sebagai peringkat Terbaik I Nasional. Atas prakarsanya itu, saat ini warga Jorong Padang Datar, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Tanahdatar berhasil menikmati air bersih untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus irigasi untuk sawah warga setempat.

Berawal dari kondisi air yang minim di Jorong Padang Datar, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan sehingga membuat warga harus mengoreh kocek untuk sekedar air, muncullah niat untuk memenuhi kebutuhan utama tersebut. Andri bersama tokoh masyarakat diperantauan dan yang ada dikampung berusaha mencarikan solusi akan air.

Niat baik itu timbul karena tidak tega melihat sawah-sawah warganya yang kering kerontang, serta air untuk kebutuhan rumah tangga tidak ada. Jikapun ada, warga harus menjemput air ke sungai dengan jerigen dan membeli air Rp 500 ribu untuk lima kubik air. Kondisi itu berjalan sejak lama, sehingga menjadi persoalan utama warga setempat.Kondisi seperti itu dialami warga Simawang pada umumnya sudah sejak lama, parahnya saat musim kemarau warga semakin kesulitan mencari sumber air. Apalagi sumber air dari perbukitan kering saat musim kemarau datang.Berawal dari kondisi itu lah, akhirnya Andri bersama salah seorang tokoh Simawang diperantauan Umuar Kamal yang bekerja di Wijaya Karya (Wika) mencari solusi untuk kebutuhan air. Pengetahuan Umuar Kamal akan mesin Hidran akhirnya dipadukan dengan ide Andri untuk memakai tenaga kincir air menjadi solusi.

“Awalnya bapak Umuar Kamal mencoba mengairi sawah dengan mesin hidran. Namun untuk menggerakan pompa tersebut membutuhkan tenaga air. Nah, air yang memiliki tenaga inilah yang jadi persoalan karena tida ada. Karena banyak kincir-kincir kecil di kampung, akhirnya muncullah ide saya untuk menggagas bagaimana kincir itu bisa ditambah diamaternya. Setelah berembuk, akhirnya muncullah kesepakatan menggunakan kincir,” ujar Andri kepada Padang Ekspres tadi malam via telfon sehabis menerima penghargaan di Jakarta.

Andri yang baru kemarin sore menerima penghargaan resmi setelah dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2017 dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam bidang kepeloporan Inovasi Teknologi sebagai peringkat Terbaik I Nasional itu menambahkan, jika dengan kincir kembar tiga tersebut dapat mengaliri rumah warga sebanyak lebih kurang 430 KK, dan sawah seluas lebih kurang 5,5 hektar. Kini, warga dikampungnya tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk kebutuhan MCK maupun mengaliri sawah.

Setelah sepakat menggunakan kincir sebut anak dari pasangan Erniwati, 54 dan Syafriwardi, 56 itu, akhirnya dibentuklah tim pembangunan kincir Kembar Tiga di Sungai Ombilin.Dalam tim yang diketuai oleh Umuar Kamal itu disusun anggotanya dengan wakil Abdul Hilal, dan bendahara Dendi. Selain itu dibentuk tim teknis dengan perangkatnya antara lain Amiruddin dan Dendi. Selain itu juga dibentu tim non Teknis yakni Ali Usbar, Bagindo Mulia, dan Syafria Indra.

“Jadi untuk menggerakan pompa itu, harus menggunakan tenaga air. Semakin tinggi jatuh air, semakin besar tenaga pompa untuk menghasilkan debit air yang akan dialirkan. Maka dari itu, akhirnya saat ini air terlebih dahulu ditampung di bak penampung kemudian baru dialirkan ke sawah dan rumah warga dengan jarak terjun 13 meter,” ujarnya.

Semasa pengerjaan tahap awal pada awal 2014 lalu, setidaknya sebut anak ketiga dari enam bersaudara tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 290 juta. “Dana itu berasal dari perantau dan swadaya masyarakat setempat. Kemudian renovasi hingga penyempurnaan menghabiskan dana total lebih kurang sebesar Rp 600 juta,” terangnya.Tenaga tiga kincir tersebut dapat menghasilkan setidaknya 128 meter secara horizontal dari permukaan air dan dapat menempuh aliran sepanjang 1,3 kilometer vertikal. “Jadi masa pengerjaannya ada yang secara bergotong royong, ada pula yang upahan. Selama masa pengerjaan setahun sejak 2014 hingga 2015 lalu,” jelasnya.

Pria kelahiran 6 Mei 1990 dan masih berstatus sebagai Mahasiswa Jurusan Perdata Islam di IAIN Batusangkar tersebut mengungkapkan, jika kincir tersebut dikerjakan bukan secara pribadi. Melainkan atas usaha bersama, baik warga dikampung maupun di perantauan.Andri menjelaskan kenapa akhirnya dibuat tiga kincir diwilayah tersebut. Pasalnya, jika digunakan satu atau dua kincir, debit air terjun yang dihasilkan untuk menggerakan pompa hidran tidak stabil. “Setelah menggunakan tiga kincir, barulah tercapai titik stabilnya, sehingga air dapat lancar mengalir,” jelasnya. Kincir tersebut, saat ini tidak hanya menjadi sumber air bagi warga setempat. Seiring berjalan waktu, kincir tersebut memiliki potensi wisata baru di Sumbar pada umumnya. Bahkan, saat liburan datang, pengunjung beramai-ramai mendatangi lokasi kincir itu. Hal itu akhirnya juga dapat menggerakan ekonomi warga setempat.

Atas usahanya tersebut, Andri akhirnya terpilih menjadi Terbaik I skala Nasional yang penghargaannya baru diterima sore kemarin di Kementrian Pemuda dan Olahraga. Ia berhasil mendapatkan Penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2017 dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam bidang Kepeloporan Inovasi Teknologi sebagai peringkat Terbaik I Nasional setelah terpilih secara berjenjang mulai sejak dari kecamatan hingga nasional yang penilaiannya dimulai sejak Februari 2017 lalu.

Andri yang dihubungi setelah menerima penghargaan tadi malam mengatakan, dirinya tidak menyangka jika terpilih menjadi Pemuda Pelopor Nasional 2017. Katanya, ia tidak mempunyai niat sedikitpun kincir air yang dibuatnya akan menjadi penilian atau mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Yang dibuatnya semata-mata untuk membantu masyarakat daerahnya yang sangat susah mendapatkan air bersih.

“Saya bersyukur dan sekaligus kaget juga menerima penghargaan yang tidak diduga ini. Awalnya saya hanya membuat kincir air bersama teman dan perantau untuk kepentingan mendapatkan air bersih karena daerah saya susah mendapatkan air bersih. Jadi penghargaan yang saya terima ini merupakan hasil karya bersama dan saya sekali lagi berterima kasih kepada Kemenpora atas penghargaan ini, dan terima kasih juga untuk seluruh warga Simawang baik perantauan maupun yang dikampung” ujar Andri.
Sementara itu salah seorang tokoh masyarakat Simawang, M Nur Idris kemarin menyambut baik penghargaan yang diterima oleh Andri itu. Ia merasa bangga dan sangat memberikan apresiasi yang besar atas prestasi yang diperlihatkan oleh Andri, sebab bisanya putra Nagari Simawang mengharumkan nama nagari Simawang dan kabupaten Tanah Datar di pentas nasional, apalagi meraih prestasi peringkat terbaik I.

“Ini sangat luar biasa dan kami sangat bangga sekali atas peghargaan yang diterima oleh Andri sebagai pemuda pelopor nasional terbaik I tahun 2017. Semua perantau dan masyarakat nagari Simawang wajib bersyukur dan menyampaikan selamat kepada Andri.” ujar M. Nur Idris.
Lebih lanjut Ketua Komisi I DPRD Kota Bukittinggi ini mengatakan, sejak diciptakannya kincir air itu, perantau dan masyarakat sudah bangga dan senang sekali akan karya putra Simawang itu. Tidak hanya sekedar sukses membuat penyedian air bersih tanpa tenaga listrik, tapi kincir air itu menjadi objek wisata baru di Tanah Datar.

“Jadi jujur kami sampaikan bahwa kami sangat senang dan bangga atas karya putra daerah kami ini dan berterima kasih kepada pemerintah khususnya Kemenpora yang telah memberikan penghargaan kepada Andri” ujar M. Nur Idris penuh haru.Di tempat terpisah, sesepuh Perantau Simawang di Jakarta, Deni Agusta juga menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas penghargaan yang diraih oleh putra Simawang ini. Pengusaha sukses asal Simawang ini bahkan meminta masyarakat Simawang untuk menjaga secara baik hasil karya yang dibuat Andri di kampung halaman. (Nanda/Padeks/wt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman